Deskripsi

"Kualitas Video : 720p Resolusi 1280x780 -- GAMBAR BENING"
SUBTITLE INDONESIA
--------------------------------------------------------------------
Cara Pemesanan :
Ketik : Beli DVD (spasi) Nama_Anda (spasi) Alamat_Lengkap
kirim : 085755349499
--------------------------------------------------------------------
PEMBAYARAN :
melalui No.Rek BRI : 615901009198530 a.n. TRI SAKTI MUJIANTO

ni bukanlah film mengenai kamera digital yang jatuh, melainkan tentang sekelompok teroris yang berusaha untuk menguasai gedung putih. Yes, gedung putih as in White House di Amerika, bukan mesjid. Mungkin Amerika insecure dengan keamanannya sehinga harus melakukan propaganda lewat film untuk memberi kesan bahwa mereka masih bertaring. Hal ini dengan mudah bisa terlihat di Argo, Zero Dark Thirty, atau ya yang paling baru, Olympus Has Fallen.

Kali ini musuhnya bukan lagi negara Islam, tapi Korea. Mungkin Amerika juga sedang iri dengan melaju pesatnya K-Pop sehingga memutuskan untuk membawa-bawa negeri ginseng ke dalam film ini. Tapi singkat cerita, sekelompok teroris dari Korea berhasil melumpuhkan Gedung Putih dalam sekejap. Menyandera Presiden dan beberapa staffnya, untuk maksud tentunya meminta tebusan dan beberapa hal lainnya. Diceritakanlah jagoan kita, Mike Banning (Gerard Butler), mantan pengawal Presiden Ben Asher (Aaron Eckhart), yang sedang disandera, berusaha untuk menyelamatkan segala hal sebelum menjadi semakin kacau.

Yang perlu diperhatikan adalah, ini semua sebetulnya bukanlah tugas dari Mike. Ia sudah dipecat dari staff pengawal presiden 18 bulan yang lalu. Tepat di saat di mana istri Ben meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil saat iring-iringan. Ben yang ingin melepas kenangan buruk itu, terpaksa harus memecat Mike, karena ia mengingatkannya pada kejadian itu.

Sounds familiar? Yep, Die Hard. Bruce Willis juga saat itu bukanlah orang yang seharusnya menjadi pahlawan, tapi pada akhirnya malah yang menjadi penyelamat. Wrong man in the wrong place and time. Namun, bayangkanlah Die Hard itu terjadi di dalam White House. Then you’ll get Olympus Has Fallen.

Tapi toh dengan plot usangnya Olympus Has Fallen sukses menjadi hiburan pop corn santai untuk menghilangkan stress Anda. Sarat action dan tidak menguras otak, 2 jam berlalu tanpa terasa. Meski visual effectnya sangatlah jelek untuk kelas Hollywood, tiap adegan fight dan tembak-tembakan di dalam White House berhasil memuaskan saya. Apalagi mereka tidak malu untuk mengumbar darah. Ya memang tidak sampai sekeren The Raid sih, tapi untuk sekelas Amerika, fight scene-nya lumayan bagus buat saya.

Ketimbang membahas akting para tokohnya, saya lebih tertarik untuk mengingatkan Anda bahwa film ini penuh dengan patriotisme ala Amerika. Bila dari awal Anda sudah benci dengan negara Paman Sam, janganlah capek-capek menonton film ini. Dan juga, bila Anda senang menonton film dengan kelogisan jalan cerita, ya jangan berharap banyak dengan film.

Informasi penting

  • Hindari penipuan dengan bertransaksi langsung atau membayar dengan PayPal
  • Jangan pernah membayar dengan Western Union, MoneyGram atau layanan pembayaran sejenis
  • Jangan membeli atau menjual di luar negara Anda. Jangan menerima cek kasir dari luar negara Anda
  • Situs ini tidak pernah terlibat dalam transaksi apapun, dan tidak menangani pembayaran, pengiriman, transaksi jaminan, memberikan layanan, atau menawarkan "perlindungan pembeli" atau "sertifikasi penjual"